Make your own free website on Tripod.com


 

November 2001


Salam dalam Kasih Kristus.

Natal adalah hari raya Kristen yang paling ramai diperingati oleh umat Kristen. Pada hari Natal ini mereka merindukan kebersamaan baik dengan keluarga maupun teman-teman. Namun, di balik segala sukacita Natal, terselip hati yang menangis akibat bencana, penganiayaan dan masalah yang dialami oleh saudara-saudara kita seiman di berbagai tempat di dunia, khususnya di Indonesia di tahun 2001 ini.

Mendengar, melihat, dan mengalami sendiri penderitaan-penderitaan di dunia ini sering membuat hati kita menjadi kecil dan bertanya-tanya apakah Allah peduli dan memperhatikan umatNya? Peringatan Natal, hari kelahiran Yesus, mengingatkan kepada kita bahwa justru karena penderitaan itulah Allah mengutus Kristus untuk datang ke dunia. Natal adalah wujud kepedulian Allah akan manusia. Kepedulian Allah bukan hanya pada penderitaan jasmani, tapi terlebih pada penderitaan rohani yang dialami manusia, yaitu dosa. Barangsiapa percaya kepada AnakNya, Yesus Kristus yang diutusNya, maka ia akan dilepaskan dari belenggu dosa selamanya. Inilah makna utama kelahiran Yesus di dunia ini, yaitu menyelamatkan manusia dari dosa, penderitaan kekal!

Melalui perayaan Natal tahun ini, marilah kita semakin giat memberitakan Kabar Sukacita itu.

KEBOHONGAN PADA ANAK
====================
Setiap anak pernah berbohong dalam hidupnya. Ada yang melakukannya karena situasi yang mendesak, namun ada pula yang menjadikannya sebagai suatu kebiasaan yang pada akhirnya akan membawa kehancuran pada hidup anak.Menindak seorang anak yang kedapatan berbohong tidaklah mudah. Selain meneliti berbagai alasan dan penyebab yang mungkin mendorong seorang anak untuk berbohong, sebagai guru Sekolah Minggu kita juga harus bertindak dengan sangat hati-hati serta bijaksana, supaya teguran dan disiplin yang kita berikan dapat membawa anak pada jalan yang benar dan bukannya malah menyakiti hati anak.

A. CERITA ANAK YANG BERBOHONG
Tentunya kita masih ingat cerita si boneka kayu lucu yang bernama Pinokio. Dalam salah satu adegannya diceritakan bagaimana si Pinokio berbohong untuk menutupi kesalahannya, yaitu membolos dari sekolah. Pada saat kata-kata bohong keluar dari mulutnya, bertambah panjanglah hidung si Pinokio. Cuplikan cerita di atas ingin mengajarkan pada anak bahwa berbohong itu tidak baik, dan berkata bohong bukanlah suatu tindakan yang benar untuk dilakukan apa pun alasannya. Selain itu, berbohong juga tidak akan menyelesaikan masalah, sebaliknya justru akan menimbulkan masalahlain.

Cerita "The Boy Who Cried Wolf" (Anak Laki-Laki yang Teriak Serigala) merupakan contoh lain yang mengajarkan kepada anak
untuk tidak dengan mudah berbohong pada orang lain, meskipun itu hanya sekedar "main-main". Dalam cerita yang terkenal ini, dikisahkan kebiasaan buruk seorang anak yang suka berteriak, "Ada serigala, ada serigala!". Namun setiap kali orang banyak datang dan hendak menolongnya dari serangan serigala, anak tersebut tertawa karena semua orang terpedaya oleh ucapan bohongnya itu. Hingga pada suatu hari dimana anak tersebut sungguh-sungguh diserang oleh serigala dan berteriak, "Ada serigala, ada serigala!", tidak ada seorang pun yang menggubrisnya karena mereka mengira bahwa anak tersebut berbohong lagi seperti yang sudah-sudah.

B. PELAJARAN DARI ALKITAB MENGENAI KEBOHONGAN
Alkitab mengajarkan pada kita untuk selalu berlaku jujur, mengatakan yang benar jika itu benar dan yang salah jika itu salah, membuang dusta, dan menghindari kebohongan. Beberapa kisah di Alkitab secara jelas menunjukkan penghukuman Tuhan atas sikap serta perilaku orang-orang yang tidak jujur, misalnya: Ananias dan Safira bersepakat mengatakan hal yang tidak sebenarnya, Gehazi menipu tamu Elisa untuk mendapatkan uang serta materi, atau Yakub yang bersekongkol dengan ibunya untuk mengelabui Ishak, ayahnya sendiri.

Kebohongan jelas merupakan perbuatan yang tidak terpuji, namun cara
mengoreksi tindakan anak yang berbohong tidaklah sederhana dan mudah. Karena ada beberapa jenis kebohongan dan berbagai alasan anak berbohong, maka sebagai guru Sekolah Minggu kita perlu terlebih dulu mengenali latar belakang dan sebab-sebab seorang anak berbohong sebelum kita melakukan tindakan koreksi.

C. DUSTA SEMU DAN DUSTA YANG SEBENARNYA
Seorang anak balita yang melihat sebuah film tentang kereta api dan bercerita bahwa ia baru saja naik kereta api (padahal kenyataannya tidak demikian), tidak dapat disebut berdusta/berbohong. Anak balita suka berimajinasi dan masih sulit membedakan khayalannya dengan kenyataan hidupnya. Anak pada usia ini masih banyak yang belum mengetahui perbedaan mengatakan yang benar dan yang tidak benar. "Kebohongan" semacam ini disebut sebagai "dusta semu". Alex Sobur dalam artikelnya yang berjudul "Bila Anak Anda Suka Berdusta" mengajak para pembaca untuk membedakan antara dusta semu dari dusta yang sebenarnya. Seseorang melakukan dusta yang sebenarnya apabila "ia secara sadar mengatakan sesuatu yang tidak benar, dengan maksud memperdaya seseorang untuk memperoleh suatu penipuan." Untuk membedakan dusta yang bersifat semu dan dusta yang sebenarnya, Alex Sobur mengemukakan ciri-ciri dusta semu sebagai berikut:

Dusta semu sering disebabkan karena daya khayal.

Dusta semu tidak mengetahui antara yang benar dan yang tidak benar.

Dusta semu tidak bermaksud untuk memperdayakan seseoang

Dusta semu tidak bermaksud mencari keuntungan dengan tidak mengatakan yang tidak benar itu.

Dusta semu disebabkan karena pengamatan yang salah.

Sedangkan dusta yang sebenarnya dapat disebabkan karena hal-hal
sebagai berikut:

Mempunyai perasaan takut, artinya takut mengatakan sesuatu
yang sebenarnya, misalnya takut dimarahi oleh orangtuanya

Mempunyai rasa dengki atau iri hati, misalnya iri terhadap
temannya.

Mempunyai maksud menguasai orang lain.

Mempunyai maksud untuk meperolok-olokkan orang lain.

Jadi, penting bagi kita semua untuk terlebih dahulu menentukan
jenis kebohongan yang dilakukan oleh anak sebelum kita bertindak
untuk mengoreksi perilaku mereka.

D. HARGA DIRI DAN PERILAKU BERBOHONG
Mengapa ada anak yang sepertinya "suka berbohong"? Bahkan enderung menjadikan perilaku tersebut sebagai suatu kebiasaan dalam hidupnya? Dalam banyak kasus, menurut artikel yang berjudul "Karena Terancam Tito Berbohong", masalah utama seorang anak jatuh dalam kebiasaan berbohong adalah karena anak tersebut mulai kurang menghargai dirinya sendiri. Hal ini bisa disebabkan oleh orang-orang di
sekitarnya yang menuntut secara berlebihan, tidak menghargainya,
atau karena pola pendidikan yang keliru.

Mendorong anak untuk menguasai kecakapan tertentu, sesederhana
apapun bentuknya, sangatlah membantu anak untuk mengembalikan rasa percaya dirinya. Lingkungan yang mendukung dari orang-orang yang mau mengerti serta menerima anak (meskipun anak tersebut bukan anak yang "manis" atau "pandai") juga akan menolong anak keluar dari rasa takut berbuat salah atau dari rasa minder yang tidak sehat.
Seorang anak yang menerima cinta kasih yang tulus dari orang-orang
yang dekat dengannya cenderung akan lebih mengembangkan kebiasaan yang baik dan tidak suka berbohong. Sebaliknya, seorang anak yang dibesarkan dalam suasana yang tegang, dimana kesalahan kecil
mendatangkan hukuman yang hebat, tuntutan orang tua sangat tinggi,
dan penghargaan serta pujian mahal harganya, akan mencetak anak
yang rusak harga dirinya, yang memilih jalan keluar "berbohong"
untuk menghindar dari berbagai tekanan hidupnya.

Menanamkan nilai-nilai kejujuran adalah penting. Ajarkan pada anak
bahwa Tuhan menghendaki anak-anak-Nya datang kepada-Nya dengan hati yang jujur dan terbuka. Bahwa Tuhan mau menerima siapa saja yang datang kepada-Nya meminta pengampunan atas segala dosa dan
kesalahan yang telah diperbuatnya. Dan bahwa Tuhan memberikan
pengampunan serta hidup baru bagi mereka yang bertobat/berbalik
dari perilakunya yang tidak benar.

Kiranya Tuhan memberkati pelayanan anda.


Musical/Rhythmic Intellegence

Dalam perspektif neurologi, Musical/Rhythmic Intelligence adalah yang pertama kali berkembang. Sewaktu bayi masih dalam kandungan dia sudah mulai merasakan ritme-ritme tertentu. Detak jantung ibunya, misalnya. Kadangkala intelligence ini juga disebut Auditory/vibrational intelligence karena kecerdasan ini bukan hanya tentang musik dan ritme tertentu saja, tetapi juga segala bunyi-bunyian dan getaran-getaran tertentu dari sumber suara tertentu yang dapat kita dengar atau rasakan. Saya kenal seorang ahli mesin yang handal, hanya dengan menyentuhkan tangannya pada mesin yang sedang berjalan, dia tahu ada getaran tertentu yang tidak normal. Dan dia langsung dapat menunjukkan bagian mana yang harus diperbaiki.

Kecerdasan ini juga memiliki kemampuan yang lebih daripada kecerdasan yang lainnya. Karena apa? Karena dia mampu untuk mengubah kondisi perasaan kita. Coba sedikit merenung, betapa musik mampu membuat kita gembira, sedih, terharu, membangkitkan semangat nasionalisme, menyatakan cinta, memperdalam iman kita kepada Tuhan dsb. Dalam film-film yang kita tonton, musik dapat membantu kita mengerti dengan lebih baik isi film tersebut, bahkan dengan bantuan musik kita dapat mengantisipasi kejadian yang akan datang dalam film tersebut.

Ada beberapa cara untuk mempertajam kecerdasan ini. Salah satu latihannya adalah duduk tenang dalam kamar anda. Usahakan pada malam hari yang tenang. Cobalah mendengarkan suara-suara di sekeliling kamar anda. Lalu pertajam pendengaran anda dan coba dengarkan suara-suara diluar kamar anda. Coba pertajam lagi pendengaran anda dan coba dengarkan suara-suara diluar rumah anda. Anda akan heran, betapa indahnya alam ciptaan Tuhan ini, dalam kesunyian malampun anda akan mendengar suara alam yang berbisik-bisik takut mengganggu anak-anak Tuhan yang sedang terlelap.


Nasihat Ibu-ibu orang terkenal...

Ibu Monalisa

"Aku dan ayahmu sudah mengeluarkan uang banyak untuk membeli kawat gigimu, Mona ... apa hanya itu senyum paling lebar yang bisa kau berikan pada kami?" 

Ibu Colombus

"Aku tidak peduli kau menemukan apa, Christoperů setidaknya kan kau bisa menulis surat padaku?!"

Ibu Albert Einstein

"Tapi, Albert ... ini kan acara pemotretan SMUmu, apa kau tidak bisa merapikan rambutmu sedikit? Pakai gel, mousse, atau apalah...?"

Ibu Michael Angelo

"Mike, apa kau tidak bisa melukis di tembok saja seperti anak-anak lain? Kau tidak bisa membayangkan ya, susahnya membersihkan lukisanmu di langit-langit?!"

Ibu Batman

"Mobilmu bagus, Bruce. Tapi apa kau sadar seberapa mahal asuransinya?"

Ibu Superman

"Clark, ayahmu dan aku sudah membicarakan ini dan kami memutuskan untuk memberimu saluran telepon sendiri, supaya kau tidak usah sering-sering masuk ke boks telepon umum"

Ibu Thomas Edison

"Tentu saja aku bangga kau menemukan bola lampu listrik ... Thomas sekarang matikan lampu itu dan pergi tidur!"